![]() |
| Ilustrasi virus Nipah. |
Garisnusantara.com, Sekadau- Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau sosialisasikan upaya pencegahan Virus Nipah (genus Henipavirus, famili Paramyxoviridae) yang menyebabkan Penyakit Zoonotik Emerging.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Henry Alpius menjelaskan bahwa virus Nipah merupakan penyakit berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan berdampak serius bagi kesehatan. Manifestasi klinis penyakit ini bervariasi dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Ringan hingga Berat, serta Ensefalitis (Radang Otak) yang dapat berakibat Kematian.
Adapun tingkat kematian penyakit ini sangat tinggi, dilaporkan mencapai 40% hingga 75%, dengan reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.), sebagai penyebaran penularan Virus Nipah.
Gejala infeksi virus Nipah di antaranya, demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, nyeri tenggorokan, dan peradangan otak pada kasus berat.
Berikut langkah pencegahan virus Nipah, dengan menghindari kontak langsung dengan hewan yang beresiko (kelelawar dan babi). Hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan penular.
Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran hewan. Buang buah yang ada bekas gigitan kelelawar. Cuci bersih buah dan sayur sebelum dimakan. Masak daging hewan dengan baik, hindari makan daging mentah
Rajin cuci tangan pakai sabun dan air mengaiir, terutama setelah kontak dengan hewan penular atau pasien yang bergejala infeksi virus Nipah.
"Sampai saat ini belum ditemukan kasus infeksi virus nipah di Indonesia. Namun, kita tetap harus waspada, karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk pengobatan infeksi virus nipah, " kata Henry Alpius dikutip dari akun instagram resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, (17/2/2026).

